Minggu, 30 September 2012

Dialog Rasulullah saw dengan IBLIS


♥ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ♥



♥ Suatu hari Allah memerintahkan IBLIS mendatangi nabi Muhammad saw untuk menjawab tentang pertanyaan pertanyaan yang disodorkan ,Iblispun menemui Rasulullah saw dalam bentuk laki laki tua bertongkat.

Kepada Iblis,Rasulullah saw bertanya;''Wahai Iblis,berapa JUMLAH UMATKU yang menjadi MUSUHMU ??''
Iblis lalu menjawa;''Ada 13 Golongan,yaitu kamu.
1.Pemimpin yang ADIL
2.Orang KAYA yang TIDAK SOMBONG.
3.Pedagang yang JUJUR.
4.Ilmuwan yang RENDAH HATI.
5.Mukmin yang selalu MENASEHATI saudaranya.
6.Mukmin yang PENYAYANG.
7.Orang yang benar benar BERTAUBAT.
8.Orang yang HATI HATI terhadap barang HARAM.
9.Mukmin yang selalu BERSUCI/BERWUDHU.
10.Mukmin yang banyak BERSEDEKAH.
11.Orang yang BERMANFAAT bagi orang lain.
12.Pencinta AL QURAN,yang tidak pernah benci MEMBACANYA.
13.Orang yang selalu TERBANGUN untuk shalat MALAM/TAHAJJUD ketika yang lain terlelap tidur.''

''Lalu siapa saja umatku yang menjadi TEMAN DEKATMU " sabda Rasulullah saw.
Mendengar pertanyaan tersebut iblis menjawab;''Ada 10 kelompok,yakni ;
1.Penguasa yang JAHAT.
2.Orang KAYA yang SOMBONG.
3.Pedagang yang CURANG.
4.Peminum minuman KERAS.
5.Orang yang suka MEMFITNAH dan ADU DOMBA.
6.PEZINA
7.Orang yang memakan harta anak YATIM.
8.Orang yang bermain main dengan SHALAT.
9.Orang yang tak mau membayar ZAKAT.
10.Orang yang selalu BERANGAN ANGAN PANJANG.
Merekalah TEMAN dan SAUDARAKU''

ya Allah..ya Rahman ..ya Rahim..ya Ghaffar...

Termasuk golongan manakah kita ??
Semoga tidak termasuk TEMAN atau SAUDARANYA IBLIS/SETAN...aamiiin..

Dan semoga kita semua termasuk ''ORANG ORANG YANG BENAR BENAR BERTAUBAT''

Aamiin..

Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.

Sabtu, 22 September 2012

MENGHINDARI KESIA-SIAAN


Lalai menghargai berkah atau pemberian dari Allah, menghabiskan atau menghambur-hamburkan sesuatu adalah bentuk kesia-siaan, bertentangan dengan  yang Allah peringatkan dalam A-Qur’ân:
“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isrâ’, (17):26-27)
Kelalaian atas limpahan berkah yang diberikan Allah menunjukkan kurangnya bersyukur padaNya. Seperti yang ditetapkan dalam Qur’ân, mengingkari syukur adalah sifat setan; oleh karena itu, mereka yang tidak bersyukur pada Allah dengan mengabaikan ketetapanNya, menjadi “saudara iblis” atau pengikut setan.
Sementara keberkahanssemestinyasecara logisdapat meningkatkan rasa bersyukur seseorang kepada Allah, maka menyia-nyiakannya menunjukkan sikap pengingkaran, sebuah sikap yang mungkin akan mencabut rahmat dan berkah Allah pada seseorang di hari akhirat.
Surga adalah tempatnya kemuliaan yang dihiasi oleh nikmat Allah yang sempurna dan tak terbatas. Akan tetapi, tak mungkin bagi seseorang yang tetap tidak peka terhadap limpahan berkah di dunia, dapat–dengan pantas–menghargai berkah Allah di surga dan memujiNya.
Agar layak mendapatkan surga, seseorang pertama-tama harus menghargai apa yang telah Allah berikan padanya ketika masih di dunia.
Meskipun seseorang mungkin menghindari pemborosan yang besar, tetapi ketidakpedulian, penyalahgunaan serta lalai atau salah dalam menjaga perkara-perkara yang kecil, dianggap sebagai bentuk pengingkaran syukur juga.
meyveler 02Seorang mu’min–terutama–harus cermat dalam persoalan-persoalan demikian karena takut menjadi ingkar atau lalai dalam menghormati Allah.
Dalam Al-Qur’ân, Allah menginginkan hamba-hambaNya memperoleh manfaat dari berkahNya menurut cara yang terbaik, sekalipun mereka dapat menghindari kesia-siaan:
“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang bagus setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A`râaf, (7):31)

AYAT - AYAT AL - QURAN YANG MENYATAKAN KEMENANGAN AKAN NILAI-NILAI MORAL ISLAM


Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. ( Annur : 55)

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.(As-shaff:9)

Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai. ( At-Taubah : 33 )

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat ( An-Nashr : 1-3 )

Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. ( As-Shaff : 13 )
4
Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap." Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.( Al-Israa : 81 )

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. ( Yunus : 13-14 )

Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang, ( As-Shaffat : 171-173 )

Allah telah menetapkan: "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang." Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa ( Al Mujadilah : 21)

Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan ( Ibrahim : 47 )
4
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. ( Al-Fath : 28 )

Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku. Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala, ( Ibrahim : 14-15 )

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).( Al-Fath : 1-3 )

Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat. ( Al-Fath : 27 )

Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu. ( Ar-R'ad : 42 )
4
Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. ( As-Shu'ara : 227 )

Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. ( Yunus : 103)

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka. (Al-A'raf : 137 )

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.( At-Taubah : 32)

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya." ( As-Shaff : 8 )
4
Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. ( Al-Azhab : 27 )

Katakanlah: "Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk." ( Taahaa : 135 )

Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita. ( Az-Zumar : 61 )

Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). ( Al-Anbiya : 18 )

Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). ( Yunus : 82 )

(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. ( Al-Hajj : 41)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. ( Ali Imran : 139 )
Menurut petunjuk dari ayat -ayat ini. Allah telah berjanji bahwa nilai-nilai moral Islam akan menang.  Dan banyak  orang mengira bahwa hal itu tidak akan terjadi pada abad ini. Muslim tidak akan pernah putus harapan kepada Allah. Allah memberitahukan kepada kita  tentang ayat-ayat ini , bahwa Muslim tidak akan pernah putus harapan kepada Allah.:
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." ( Yusuf : 87 )
Muslim harus menaruh harapan mereka kepada Allah, bahwa Dia akan menjadikan nilai-nilai moral  Islam akan menang. Ketika nilai-nilai moral Islam menang, Dunia Islam akan mempunyai pemimpin. Dan pemimpin itu adalah Al-Mahdi (as) . Siapa pun yang mengatakan bahwa Imam Mahdi tidak akan muncul abad ini . maka ia telah bertentangan dengan semua ayat - ayat ini.
Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur, sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh ( Al-Anbiya : 105)
SEMOGA BERMANFAAT :)

Kamis, 13 September 2012

22 Tanda Hari Kiamat Semakin Dekat


1. Sembahyang diabaikan (diringan-ringankan).
2. Keinginan nafsu syahwat digalakkan dan berleluasa disebarkan melalui iklan,
    buku, gambar, risalah atau filem.
3. Penjenayah menjadi pemimpin dan kebanyakannya jahil mengenai agama dan
    banyak memberi fatwa yang menyesatkan pengikutnya.
4. Perkara benar menjadi salah dan salah menjadi benar. Sukar untuk membezakan
   perkara halal dan haram    kerana yang haram dianggap halal serta sebaliknya.
5. Berbohong menjadi satu keperluan dalam hidup dan menganggap jika tidak berbohong 
   sukar untuk hidup  senang.
6. Membayar zakat (harta, perniagaan dan pendapatan) dianggap beban.
7. Orang yang hidup mengikut kehendak agama ditindas dan hati mereka sentiasa
    merintih kerana maksiat  berleluasa tetapi mereka tidak mampu mencegahnya.
8. Turun hujan di luar musimnya dan hujan tidak memberi keuntungan kepada
    makhluk di muka bumi.
9. Fenomena lelaki berkahwin dengan lelaki (homoseksual) dan perempuan
    berkeinginan kepada perempuan (lesbian) semakin menjadi-jadi.
10. Perempuan menguasai lelaki dengan memakai ubat guna-guna, sihir dan
     amalan syaitan lain.
11. Anak-anak mengingkari dan menderhaka ibu bapa (ibu bapa menjadi kuli dan 
     anak menjadi tuan).
12. Kawan baik dilayan dengan kasar, manakala musuh diberi layanan baik. Kawan
     disangka lawan dan musuh dianggap sahabat serta memusuhi orang yang
      mengajak berbuat kebaikan.
13. Dosa dipandang ringan malah bangga melakukannya seperti zina, minum arak,
     bergaul bebas antara lelaki dan perempuan, meninggalkan sembahyang,
     mendedahkan aurat dan berjudi.
14. Masjid dihias indah tetapi kosong, terpulau, berkunci dan banyak berlaku kecurian
     barang masjid yang berharga.
15. Ramai yang sembahyang tetapi munafik dan berpura-pura. Di dalam sembahyang
     berjanji akan mengikuti suruhan Allah tetapi di luar sembahyang melanggar perintahNya,
16. Akan datang golongan manusia dari Barat menguasai mereka yang lemah (iman) dan
     ramai terpengaruh dengannya seperti mengikut cara mereka berpakaian,
     bergaul dan suka berpesta.
17. Al-Quran dicetak dengan indah tetapi hanya dijadikan perhiasan dan 
     jarang dibaca serta diamalkan kehendaknya.
18. Amalan riba berleluasa hingga orang alim pun terjebak sama.
19. Darah manusia tidak berharga, sering berlaku pembunuhan,
     peperangan dan jenayah.
20. Penganut Islam tidak mahu mengamalkan suruhan agama dan 
    tidak mahu membela serta menyebarkannya.
21. Akan bertambah banyak penyanyi wanita (wanita yang tidak beriman adalah
    senjata syaitan yang baik).
22. Ramai orang kaya pergi umrah dan haji dengan tujuan melancong, yang
     sederhana pergi untuk berniaga dan yang miskin bermaksud meminta  sedekah

Minggu, 09 September 2012

KEUTAMAAN MENJAGA LISAN


Banyak orang merasa bangga dengan kemampuan lisannya (lidah) yang begitu fasih berbicara. Bahkan tak sedikit orang yang belajar khusus agar memiliki kemampuan bicara yang bagus. Lisan memang karunia Allah yang demikian besar. Dan ia harus selalu disyukuri dengan sebenar-benarnya. Caranya adalah dengan menggunakan lisan untuk bicara yang baik atau diam. Bukan dengan mengumbar pembicaraan semau sendiri.
Orang yang banyak bicara bila tidak diimbangi dengan ilmu agama yang baik, akan banyak terjerumus ke dalam kesalahan. Karena itu Allah dan Rasul-Nya memerintahkan agar kita lebih banyak diam. Atau kalaupun harus berbicara maka dengan pembicaraan yang baik. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (Al-Ahzab: 70)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”(HR. Al-Imam Al-Bukhari hadits no. 6089 dan Al-Imam Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah)
Lisan (lidah) memang tak bertulang, sekali engkau gerakkan sulit untuk kembali pada posisi semula. Demikian berbahayanya lisan, hingga Allah dan Rasul-Nya mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menggunakannya.
Dua orang yang berteman penuh keakraban bisa dipisahkan dengan lisan. Seorang bapak dan anak yang saling menyayangi dan menghormati pun bisa dipisahkan karena lisan. Suami istri yang saling mencintai dan saling menyayangi bisa dipisahkan dengan cepat karena lisan. Bahkan darah seorang muslim dan mukmin yang suci serta bertauhid dapat tertumpah karena lisan. Sungguh betapa besar bahaya lisan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6092)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6091 dan Muslim no. 6988 dari Abu Hurairah Rad. )
Al-Imam An-Nawawi mengatakan: “Hadits ini (yakni hadits Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim) teramat jelas menerangkan bahwa sepantasnya bagi seseorang untuk tidak berbicara kecuali dengan pembicaraaan yang baik, yaitu pembicaraan yang sudah jelas maslahatnya dan kapan saja dia ragu terhadap maslahatnya, janganlah dia berbicara.” (Al-Adzkar hal. 280, Riyadhus Shalihin no. 1011)
Al-Imam Asy-Syafi’i mengatakan: “Apabila dia ingin berbicara hendaklah berpikir dulu. Bila jelas maslahatnya maka berbicaralah, dan jika dia ragu maka janganlah dia berbicara hingga nampak maslahatnya.” (Al-Adzkar hal. 284)
Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi mengatakan: “Ketahuilah, setiap orang yang telah mendapatkan beban syariat, seharusnya menjaga lisannya dari semua pembicaraan, kecuali pembicaraan yang sudah jelas maslahatnya. Bila keadaan berbicara dan diam sama maslahatnya, maka sunnahnya adalah menahan lisan untuk tidak berbicara. Karena pembicaraan yang mubah bisa menarik kepada pembicaraan yang haram atau dibenci, dan hal seperti ini banyak terjadi. Keselamatan itu tidak bisa dibandingkan dengan apapun.”
Keutamaan Menjaga Lisan
Memang lisan tidak bertulang. Apabila keliru menggerakkannya akan mencampakkan kita dalam murka Allah yang berakhir dengan neraka-Nya. Lisan akan memberikan ta’bir (mengungkapkan) tentang baik-buruk pemiliknya. Inilah ucapan beberapa ulama tentang bahaya lisan:
1. Anas bin Malik : “Segala sesuatu akan bermanfaat dengan kadar lebihnya, kecuali perkataan. Sesungguhnya berlebihnya perkataan akan membahayakan.”
2. Abu Ad-Darda’ : “Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang yaitu orang yang diam namun berpikir atau orang yang berbicara dengan ilmu.”
3. Al-Fudhail : “Dua perkara yang akan bisa mengeraskan hati seseorang adalah banyak berbicara dan banyak makan.”
4. Sufyan Ats-Tsauri : “Awal ibadah adalah diam, kemudian menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya, kemudian menghafalnya lantas menyebarkannya.”
5. Al-Ahnaf bin Qais : “Diam akan menjaga seseorang dari kesalahan lafadz (ucapan), memelihara dari penyelewangan dalam pembicaraan, dan menyelamatkan dari pembicaraan yang tidak berguna, serta memberikan kewibawaan terhadap dirinya.”
6. Abu Hatim : “Lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia mengembalikan ke hatinya terlebih dulu, jika terdapat (maslahat) baginya maka dia akan berbicara. Dan bila tidak ada (maslahat) dia tidak (berbicara). Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di ujung lisannya sehingga apa saja yang menyentuh lisannya dia akan (cepat) berbicara. Seseorang tidak (dianggap) mengetahui agamanya hingga dia mengetahui lisannya.”
7. Yahya bin ‘Uqbah: “Aku mendengar Ibnu Mas’ud berkata: ‘Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain-Nya, tidak ada sesuatu yang lebih pantas untuk lama dipenjarakan dari pada lisan.”
8. Mu’arrifh Al-‘Ijli : “Ada satu hal yang aku terus mencarinya semenjak 10 tahun dan aku tidak berhenti untuk mencarinya.” Seseorang bertanya kepadanya: “Apakah itu wahai Abu Al-Mu’tamir?” Mua’arrif menjawab: “Diam dari segala hal yang tidak berfaidah bagiku.”
(Lihat Raudhatul ‘Uqala wa Nuzhatul Fudhala karya Abu Hatim Muhamad bin Hibban Al-Busti, hal. 37-42)
Buah Menjaga Lisan
Menjaga lisan jelas akan memberikan banyak manfaat. Di antaranya:
1. Akan mendapat keutamaan dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Abu Hurairah Rad. meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48)
2. Akan menjadi orang yang memiliki kedudukan dalam agamanya.
Dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab:
“(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 11 dan Muslim no. 42)
Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali mengatakan: “Hadits ini menjelaskan larangan mengganggu orang Islam baik dengan perkataan ataupun perbuatan.” (Bahjatun Nazhirin, 3/8)
3. Mendapat jaminan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam untuk masuk ke surga.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits dari Sahl bin Sa’d :
Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari no. 6088)
Dalam riwayat Al-Imam At-Tirmidzi no. 2411 dan Ibnu Hibban no. 2546, dari shahabat Abu Hurairah Rad. , Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Barangsiapa yang dijaga oleh Allah dari kejahatan apa yang ada di antara dua rahangnya dan kejahatan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka dia akan masuk surga.”
4. Allah akan mengangkat derajat-Nya dan memberikan ridha-Nya kepadanya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits dari Abu Hurairah Rad. :
Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari no. 6092)
Dalam riwayat Al-Imam Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali dalam Bahjatun Nazhirin (3/11), dari shahabat Bilal bin Al-Harits Al-Muzani bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.”
Demikianlah beberapa keutamaan menjaga lisan. Semoga kita diberi kemampuan oleh Allah untuk melaksanakan perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya dan diberi kemampuan untuk mengejar keutamaan tersebut. Wallahu a’lam

Kamis, 06 September 2012

Keadilan Rasulullah



Tatkala Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam merasa ajalnya sudah dekat, beliau mengumpulkan para sahabat. Kemudian, beliau menyampaikan pidatonya:
”Sahabat-sahabatku sekalian! Ajalku mungkin sudah dekat, dan aku ingin menghadap Allah dalam keadaan suci bersih. Mungkin selama bergaul dengan Anda sekalian, ada yang pernah aku pinjam uangnya atau barangnya dan belum aku kembalikan atau belum aku bayar, sekarang ini juga aku minta ditagih. Mungkin ada di antara kalian yang pernah aku sakiti, sekarang ini juga aku minta dihukum qishos (hukuman balasan). Mungkin ada yang pernah aku singgung perasaannya, sekarang ini juga aku minta maaf.”
Para sahabat hening, karena merasa tidak mungkin hal itu akan terjadi. Tapi, tiba-tiba seorang sahabat mengangkat tangan dan melaporkan satu peristiwa yang pernah menimpa dirinya.
”Ya Rasulullah! Saya pernah terkena tongkat komando Rasulullah saw pada saat Perang Badar. Ketika Rasulullah saw mengayunkan tongkat komandonya, kudaku menerjang ke depan dan aku terkena tongkat Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam. Aku merasa sakit sekali, apakah hal ini ada qishos-nya!” Nabi Muhammad saw menjawab, ”Ya, ini ada qishos-nya jika kamu merasa sakit.” Rasul pun menyuruh Ali bin Abi Tholib mengambil tongkat komandonya yang disimpan di rumah Fatimah. Setelah Ali bin Abi Thalib tiba kembali membawa tongkat komando, Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam menyerahkan kepada sahabatnya untuk melaksanakan qishos.
Seluruh sahabat yang hadir di majelis itu hening, apa kira-kira yang akan terjadi jika Rasulullah dipukul dengan tongkat itu. Di tengah keheningan itu, Ali bin Abi Tholib tampil ke depan: ”Ya Rasulullah! Biar kami saja yang dipukul oleh orang ini. Abu Bakar dan Umar bin Khattab juga ikut maju. Tetapi, Rasulullah memerintahkan, Ali, Abu Bakar, dan Umar agar mundur, sambil berkata, ”Saya yang berbuat, saya yang dihukum, demi keadilan”.
Situasi tambah hening. Tetapi, di tengah-tengah keheningan itu tiba-tiba sahabat yang siap jadi algojo itu berkata,: ”Tapi di saat saya terkena tongkat komando, saya tidak pakai baju.” Mendengar itu langsung Rasulullah membuka bajunya di depan para sahabat.
Kulit Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam tampak bercahaya, tetapi ciri ketuaan sudah terlihat jelas. Menyaksikan hal ini para sahabat tambah khawatir, Ali bin Abi Tholib tampil lagi ke depan memohon kepada Rasul agar dia saja yang di-qishos. Tapi, Rasulullah saw langsung memerintahkan agar Ali mundur, karena hukuman itu harus dijalankan sendiri demi keadilan.
Tiba-tiba sahabat ini menjatuhkan tongkatnya langsung merangkul dan mencium Rasulullah saw dan berkata: Ya Rasulullah! Saya tidak bermaksud melaksanakan qishos, saya hanya ingin melihat kulit Rasulullah saw menyentuh dan menciumnya. Sahabat-sahabat yang lain tersentak, gembira. Rasulullah langsung berkata, ”Siapa yang ingin melihat ahli surga, lihatlah orang ini.”
Kisah itu menunjukkan betapa Rasulullah sangat menjunjung nilai keadilan. Beliau, sebagai kepala negara sekaligus Nabi, sangat ikhlas menerima hukuman qishos dari rakyatnya sendiri”.
Wassalaamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh.
***
Dari Sahabat

Minggu, 02 September 2012

WAKTU YANG SEMAKIN SINGKAT MERUPAKAN PERTANDA HADIRNYA HAZRAT MAHDI AS


Hari Kiamat tak akan datang kecuali insiden berikut ini terjadi. Waktu akan semakin singkat dimana jarak akan semakin pendek dengan digunakannya kendaraan (Buhari, Fitan.25; Ahmad ibn Hanbal, Musnad, 2/313).
Dalam abad kami, perjalanan yang berlangsung selama beberapa bulan di tahun-tahun sebelumnya dapat dilakukan dalam beberapa jam dengan perbandingan yang lebih aman, lebih mudah dan format yang lebih nyaman
Inilah mengapa pertanda di dalam hadist menjadi nyata?
Pada hadist lainnya dari nabi Muhammad (SAW) kami menemukan informasi berikut ini terkait tentang semakin singkatnya waktu:
Hazrat Anas (ra) menyebutkan : "Rasulullah salawlahu alaihi wassalam berkata :
Hari Kiamat tak akan datang kecuali waktu semakin singkat. Penyingkatan ini terjadi sedemikian cara seperti satu tahun yang berlalu seperti sebulan, dan sebulan yang berlalu seperti seminggu, dan seminggu berlalu seperti satu hari dan satu hari yang berlalu seperti satu jam dan satu jam yang berlalu seperti secepat kilat. (Tirmidhi, Zuhd: 24, 2333).
Waktu akan semakin singkat dan malam dan siang datang silih berganti ( Kematian, Hari Kiamat- Pertanda  Akhir Zaman, Halaman .374 no.681).
Hadist juga mengungkapkan bahwa menghemat waktu akan menjadi hal yang  aneh di akhir zaman :
Memang, komunikasi yang membutuhkan berminggu-minggu untuk menjangkau wilayah antar benua di abad sebelumnya, saat ini dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik melalui Internet dan teknologi komunikasi lainnya.
Pada waktu tersebut, adalah sangat mungkin untuk membeli hal-hal yang digunakan untuk tiba pada akhir bulan-panjang perjalanan kafilah dalam hitungan beberapa minggu, atau paling banyak satu bulan.
Saat ini jutaan buku dapat diterbitkan selama waktu yang diperlukan untuk menerbitkan sebuah buku beberapa abad yang lalu.
Selain ini, tugas sehari-hari seperti membersihkan, memasak, penitipan anak, pemeliharaan, dan belanja tidak lagi mengambil terlalu banyak waktu dengan menggunakan perangkat elektronik yang canggih.
Dengan demikian pertanda dari akhir zaman ini juga berlangsung sebagaimana yang telah disebut  oleh nabi kita (SAW).
Secara ilmiah telah terbukti bahwa waktu semakin singkat.
Di ruang yang terdapat di antara permukaan bumi dan ionosfer konduktif, terdapat getaran alami. Frekuensi mendasar ini yang juga dikenal sebagai Detak Jantung Dunia, disebut sebagai Resonansi Schumann. Hal tersebut telah diramalkan secara matematis oleh fisikawan Jerman Winfried R. Schuman pada tahun 1952.
Resonansi Schumann sangat penting karena membungkus bumi dan dengan demikian terus menjaga alam dan semua bentuk kehidupan di bawah efeknya. Hal ini secara terus menerus diukur oleh pusat penelitian fisika terkemuka di dunia.
Selama pengukuran yang dilakukan di tahun 1950 Resonansi Schumann diukur pada skala 7.8 hertz. Nilai ini dianggap tetap konstan. Memang sistem komunikasi global militer ini didirikan di atas frekuensi ini.
Namun, pada tahun 1980-an, perubahan tiba-tiba dalam pernyataan ini mengakibatkan kejutan besar bagi masyarakat ilmiah, karena pada tahun 1980, dapat dilihat bahwa Resonansi Schumann diukur di atas 11 hertz. Laporan terbaru telah mengungkapkan bahwa angka ini bahkan akan meningkat lagi. Perubahan dalam Resonansi Schumann; frekuensi menunjukkan mempercepat waktu.
Demikian,  waktu 24 jam  dialami dalam 16 jam atau kurang. Bahwa waktu yang dipersepsikan dipersingkat. Ilmu pengetahuan tidak mampu menjelaskan mengapa angka ini mengalami kenaikan, atau faktor yang menyebabkannya meningkat. Dengan makin singkatnya waktu, pertanda akhir zaman yang diramalkan oleh Nabi kita (SAW ) terbukti secara ilmiah saat ini.
Bumi semakin dipersiapkan untuk hari Kiamat dan oleh kehendak Allah pertanda yang diisyaratkan terjadi secara berturut turut.
PENERJEMAHAN :
ADNAN OKTAR :
Pada hari Kiamat, di saat ( Hazrat Mahdi A.S ), hari, dan pekan akan semakin singkat,  kata nabi SAW.
Biarkan semua orang bertanya satu sama lain. Dibandingkan masa lalu, sudahkah hari, pekan , bulan,  dipersingkat atau tidak? Siapa pun, jika ada, yang menjawab  tidak bisa menyurati saya. Semua orang dengan suara bulat berkata, “Di masa lalu, hari itu lebih lama; kami dapat melakukan banyak pekerjaan setiap hari. Waktu telah makin singkat. ini  jelas. Ini adalah pertanda dari Akhir Zaman. Ini adalah pertanda dari Hazrat Mahdi ( SAW ). Ini adalah sebuah keajaiban yang disebutkan nabi kami ( SAW ). ( kutipan dari Mr. Adnan oktar wawancara  langsung, tanggal 18 agustus, 2010 AKS SAMSUN TV dan TV KAYSERI).
ADNAN OKTAR: Semua orang mengatakan ini. Akhir pekan datang dalam waktu singkat. Apakah akhir pekan datang begitu cepat di masa lalu? Hari-hari tersebut tidak terelewati. [Sekarang] hari berakhir dalam sekejap. Satu kali  tidur untuk sementara waktu, untuk  tujuh atau delapan jam, kemudian dia terbangun, sarapan dan malam datang dan hari berakhir. Orang pergi bekerja dan dalam waktu singkat kembali ke rumah dan tidur. Dia tidak punya waktu untuk bernapas.
Orang kagum pada [Bagaimana waktu berlalu begitu cepat]. Hari Kiamat dekat dan memperkuat ikatan persaudaraan lebih jauh. Kedekatan hari Kiamat adalah faktor yang mendorong cinta. Juga bersama-sama di akhirat memiliki makna dan keindahan Insya Allah. (Kutipan dari Mr Adnan Oktar Wawancara langsung tanggal 12 Juni 2011,  A9 TV) .