Rasulullah
SAW dalam setiap langkah dan geraknya senantiasa mendapat wahyu dari
Allah SWT. Tidak ada sesuatupun yang terucap atau diperbuat oleh
Rasulullah SAW kecuali dalam bingkai wahyu dari Allah SWT. Peristiwa
peristiwa yang terjadi berikut ini merupakan bagian dari mukjizat
kenabian yang pernah dialami oleh Rasulullah SAW dan dilihat oleh
sahabat.Melihat mukjizat merupakan suatu pengalaman yang menakjubkan dan
diluar akal sehat. Peristiwa yang langka tersebut akan susah dipahami
oleh insane yang lemah kadar keimanannya.
Dikisahkan bahwa pada suatu hari Sahabat Uqail bin Abi Thalib r.a
pergi bersama-sama dengan Nabi Muhammad s.a.w. Didalam perjalanan itu
Rasulullah hendak buang hajat dan menambil air wudhu sedangkan didaerah
tersebut tidak ada tempat tertutup yang bisa dijadikan untuk membuang
hajat. Maka Rasulullah s.a.w. berkata kepada Uqail, “Hai Uqail teruslah
engkau berjalan sampai ke pohon pohon itu, dan berkatalah kepadanya,
bahawa sesungguhnya Rasulullah berkata; “Agar kamu semua datang
kepadanya untuk menjadi tabir penutup baginya, kerana sesungguhnya
Rasulullah akan mengambil air wudhu dan buang air besar.”
Maka Uqail bin Abi Thalib segera pergi menjalankan perintah
Rasulullah SAW tapi sebelum tiba diantara pepohonan itu ternyata pohon
pohon itu telah berpindah dengan sendirinya dan berkeliling mengitari
Rasulullah SAW hingga beliau selesai menunaikan hajatnya dan kembali
berwudhu.
Perjalanan dilanjutkan dengan melewati sebuah gunung yang tandus dan
kering. Hampir tidak ada pepohonan disekitar daerah itu dan hanya ada
sedikit semak belukar kering menghiasi sekitar dataran rendah digunung
itu dan tak ada seorang pengembala yang lewat untuk mengembalakan
ternaknya disana.Uqail pun meerasa haus dan setelah mencari air ke mana
pun namun tidak ditemui. Maka Rasulullah s.a.w. berkata kepada Uqail bin
Abi Thalib, “Hai Uqail, dakilah gunung itu, dan sampaikanlah salamku
kepadanya serta katakan, “Jika padamu ada air, berilah aku minum!”
Uqail lalu pergi mendaki gunung itu dan berkata kepadanya sebagaimana
yang telah disabdakan Rasulullah s.a.w. itu. Hal yang ajaibpun terjadi,
sebelum ia selesai berkata, gunung itu berkata dengan fasihnya,
“Katakanlah kepada Rasulullah, bahawa aku sejak Allah s.w.t. menurunkan
ayat yang bermaksud : (“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu
beserta keluargamu dari (siksa) api neraka yang bahan bakarnya dari
manusia dan batu).” “Aku menangis dari sebab takut kalau aku menjadi
batu itu maka tidak ada lagi air padaku.”
Kini mereka kembali melanjutkan perjalanan dan memasuki desa arab
kampung. Ketika sedang asik asiknya melepas lelah tiba-tiba ada seekor
unta yang meloncat dan lari ke hadapan Rasulullah s.a.w., maka unta itu
lalu berkata, “Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu.” Unta
masih belum selesai mengadukan halnya, tiba-tiba datanglah dari belakang
seorang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus. Melihat orang Arab
kampung dengan membawa pedang terhunus, Nabi Muhammad s.a.w. berkata,
“Hendak apakah kamu terhadap unta itu ?”
Orang arab kampong itu menjawab, “Wahai Rasulullah, aku telah
membelinya dengan harga yang mahal, tetapi dia tidak mau taat kepadaku,
maka akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya atau kuberikan
kepada orang-orang yang memerlukan.” Nabi Muhammad s.a.w. bertanya,
“Mengapa engkau menderhakai dia?” Jawab unta itu, “Wahai Rasulullah,
sungguh aku tidak menderhakainya dari satu pekerjaan, akan tetapi aku
menderhakainya dari sebab perilakunya yang buruk. yaitu kabilah yang dia
termasuk di dalam golongannya, semua pada tidur meninggalkan solat
Isya’. Kalau sekiranya dia mau berjanji kepada engkau akan mengerjakan
solat Isya’ itu, maka aku berjanji tidak akan menderhakainya lagi. Sebab
aku takut kalau Allah s.w.t. menurunkan siksa-Nya kepada mereka sedang
aku berada di antara mereka.”
Akhirnya Nabi Muhammad s.a.w. mengambil perjanjian orang Arab kampung
itu, bahawa dia tidak akan meninggalkan solat Isya’. Dan Baginda Nabi
Muhammad s.a.w. menyerahan unta itu kepadanya. Dan dia pun kembali
kepada keluarganya.
Semoga tiga peristiwa yang menakjubkan dan penuh ibroh ini makin menambah rasa taqwa dan syukur kita kepada Allah SWT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar